Minggu, 15 Mei 2016

Rindu

halo apa kabar bang? udah lama ya kita gak sedeket dulu,berapa lama ya, sebulan? dua bulan? entahlah aku merasa sudah lama sekali. Kangen? BANGET hahahaha

Apa aku salah jika aku merindukanmu?
Merindukan ucapan selamat malammu,
Merindukan ucapan selamat pagimu,
Merindukan perhatianmu yang sekedar menanyakan "udah makan dek?" "adek lagi ngapain?" "jangan capek-capek dek" "ndang bobok" "ndang istirahat" "udah sholat? ndang sholat"
Merindukan ajakanmu yang terkadang aku abaikan "nonton yuk dek" "makan yuk dek" "pengen ngajak adek ke...tapi ujan"
Merindukan ejekanmu "dasar TUTI" "adek mah mager mulu" "dasar mageran"
Merindukan ekspresimu yang selalu mengikuti ekspresiku
Merindukan omelanmu "yang kemaren ninggal siapa coba" "abang ditinggal lagi" "kapan ketemunya" "adek mah sibuk mulu"
Merindukan saat saat aku menemanimu dipinggir lapangan futsal
Merindukan saat saat aku harus menemanimu memalui telpon
Merindukanmu saat memanggilku "adek sayang" "adek kesayangan"


atau bahkan aku merindukamu dan semua hal tentangmu

Rabu, 11 Mei 2016

Itu Dia

Siapa yang menyangka pertemuan pertama dilapangan futsal membuahkan sesuatu kedekatan yang membuat ku menyayanginya?
Siapa yang menyangka kedekatan antara seorang pemain dengan pelatih seketika berubah menjadi sesuatu yang lebih?


Dia, ya dia, sosok pria yang lebih tua dariku yang berhasil membuatku jatuh hati padanya. Coach? Captain? begitulah orang orang menyebutnya. Seseorang yang memiliki kedewasaan dan kepribadiaan yang baik. Seseorang yang taat pada agama. Seseorang yang sangat suka dengan futsal. Berawal hanya karna sebuah game di handphone yang memang sedang populer saat itu berujung pergi berdua hanya untuk sekedar menghabiskan waktu bersama.

Menghabiskan waktu bersama, saling memperhatikan, saling mendukung dan saling sayang, itu yang kami lakukan. Makan bersama sepulang kuliah hingga nonton bersama itu yang kami lakukan. Aku selalu mendukung apapun yang dia lakukan, bahkan setiap dia melakukan pertandingan aku ingin menamaninya. Ya, duduk berjam - jam di pinggir lapangan hanya untuk melihatnya bertanding lebih menyenangkan dibandingkan aku harus duduk dirumah menanti kabar darinya.
Membosankan? Tidak,itu sangat menyenangkan.

Dia suka mencubit pipiku,entah apa yang salah dengan pipiku, tapi aku sangat menyukainya.
Dia suka merangkulku saat keluar bersama, entah berapa pasang mata yang menatap kami, tapi aku tidak peduli.
Dia suka menatapku, tidak ada yang salah dengan tatapannya, tapi harus ku akui tatapan itu berhasil membuatku salah tingkah
Dia suka memperhatikanku meskipun hal-hal kecil,hanya sekedar mengajak makan dan mengingatkan makan namun entahlah aku sangat menyukainya
Dia memanggilku dengan sebutan "adek sayang", aku memanggilnya dengan sebutan "abang sayang" apa ada yang salah? menurutku tidak ada
Dia selalu mengingatkanku untuk sholat, ya lagi lagi dia berhasil membuatku jatuh hati


Aku sangat suka bersandar dibahunya, satu satunya tempat yang membuatku tenang dan nyaman
Aku sangat suka ketika dia menelponku hanya sekedar untuk mengucapkan selamat malam ketika aku ingin tidur,
Aku sangat suka ketika dia menelponku hanya untuk memberikan kabar dan memberitahukan keberadaannya,sungguh membuatku tenang
Aku sangat suka menemaninya berjam-jam di pinggir lapangan meskipun sendirian tapi itu lebih baik daripada aku harus menunggu kabarnya berjam-jam dirumah
Aku sangat suka ketika dia memotretku diam-diam, meskipun dia sangat suka memotretku saat ekspresi mukaku tidak bagus
Aku sangat suka memainkan rambut dan tangannya,entahlah hal yang cukup aneh namun itu salah satu bentuk perasaan sayangku padanya


Dan ya,aku sangat menyukainya, menyayanginya tanpa alasan apapun.






Cinta yang tak pernah usai



Waktu tak pernah dapat diputar kembali atau bahkan dihentikan sejenak. Yah, aku ingin bisa menghentikan waktu disaat aku dan kamu bersama, duduk berdampingan sambil membicarakan banyak hal bahkan membicarakan masa depan, tertawa bersama, dan sentuhan - sentuhan lembutmu yang selalu membuatku nyaman dan selalu ingin didekatmu.

Kau tahu, setiap kau menatapku aku merasa seperti aku berada disebuah taman yang indah dan tak ada seorang pun yang dapat menghancurkannya. Setiap jari-jarimu dengan lembutnya menggenggam tanganku aku seperti mendapatkan kembali semua kekuatanku yang hilang. Setiap kau memelukku aku bisa mendengar detak jantungmu dan aku merasa menemukan bagian hidupku yang sempat hilang dan hidupku terasa lengkap.

Rinduku padamu, rindu ini, tak pernah hilang, tak pernah berkurang namun terus bertambah dari waktu ke waktu, seperti layaknya bunga hutang. Rindu ini tak pernah memikirkan jarak, tidak hanya saat jauh darimu, saat kita duduk berdampingan dan kau menggenggam erat tanganku, rindu ini ada, terasa dengan jelas.

Mungkin kau ragu dengan kalimat atau perkataanku "aku sayang kamu, sangat bahkan kamu tak bisa membayangkan seberapa besarnya". Namun percayalah tak pernah ada keraguan didalam setiap kata yang aku ucapkan, tak pernah ada kebohongan didalam kalimat itu, semua mengalir begitu saja dari hatiku yang paling dalam melewati tenggorokan dan akhirnya bisa terucapkan didepanmu dengan begitu saja. Keyakinanku untuk mencintaimu mengalahkan segalanya dan aku mempercayakan hatiku padamu.

Aku bukanlah peramal yang bisa membaca pikiranmu dengan mudahnya. Aku juga bukan anak kecil yang dengan mudahnya menunjukan apa yang aku rasakan saat itu. Namun aku butuh kamu layaknya bumi membutuhkan matahari. Aku merindukanmu layaknya tumbuhan merindukan hujan. Aku mencintaimu layaknya..entahlah..perasaanku untuk mencintaimu tak tergambarkan namun "YA, AKU MENCINTAIMU". Dan cinta hanyalah sebuah kata sampai aku bertemu denganmu

Jatuh Cinta,Lagi?

Pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang yang baru saja dikenal?
Pernah merasakan jatuh cinta hingga mengabaikan orang selain dia?
Pernah merasakan jatuh cinta hingga rela melakukan apapun untuknya?
Atau pernah merasakan jatuh cinta yang terlambat ketika dia sudah menjauh?


Setelah sekian lama,aku kembali merasakan jatuh cinta lagi setelah sebelumnya selama 2 tahun 6 bulan aku hanya jatuh cinta pada orang yang sama. Pertemuan yang tidak disengaja dengan seorang pria yang awalnya hanya aku anggap biasa saja berubah menjadi sesuatu yang berbeda. Awal pertemuan di arena futsal, yang awalnya hanya sebatas pemain dan pelatih berubah menjadi sesuatu yang lebih. Kedekatan yang dijalani tanpa sengaja membuat aku merasakan perasaan yang sudah lama tidak aku rasakan pada seorang pria.
Siapa dia? Apa dia seorang artis? atau pemain profesional? Bukan, dia hanyalah sosok pria biasa yang memiliki kedewasaan dan kepribadiaan yang baik.
Lalu apa yang membuatku jatuh cinta padanya?
Karna dia tampan? iya,dia memang tampan tapi bukan karna itu
Apa karna dia populer? iya,dia memang cukup populer tapi bukan karna itu
Apa dia baik? iya,dia sangat baik,tapi lagi lagi bukan karna itu
Apakah dia perhatian? iya,dia sangat perhatian tapi bukan karna itu

Lalu karna apa?

Aku menyayanginya karna aku memang menyayanginya, ketampanan bisa hilang seketika, begitu juga dengan popularitas,kebaikan dan perhatiannya, tapi aku menyayanginya tanpa ada paksaan hanya tulus dan menerima dia apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Jadi, tidak ada yang salah kan bila akhirnya aku jatuh cinta, lagi?